Keliling Jepang 14 Hari 12 Kota: JR Pass, Area Pass, Tiket Satuan | Biaya, Tips & Rute Lengkap 2025
Buat kamu yang sedang merencanakan untuk keliling Jepang, video ini itu bisa jadi video referensi penting yang bisa kamu tonton sebelum kamu berangkat. [Musik] Karena di sini kita akan bahas dengan detail biaya perjalananku kemarin buat explore kota-kota besar di Jepang. Di sini aku pakai Jarpas dan berpindah ke 12 kota dalam waktu 14 hari. Startnya itu aku turun di Osaka. Kemudian aku ke Kyoto, Hiroshima, Miajima, Fukuoka, Yufuin, Himeji, lalu ke Tokyo dan ke Saporo, lalu ke Omori, balik lagi ke Tokyo dan berakhir di Osaka. Ini bukan sekedar teori ya, tapi ini merupakan pengalamanku langsung. Jadi kalau kalian mau liburan yang hemat dan terencana, tonton sampai habis video ini ya. Semua data dan tips aku sudah lampirkan di sini. [Musik] Begitu mendarat di Kansa International Airport, aku langsung menuju ke GR Ticket Office. Di sini aku menukarkan voucher di ARP menjadi kartu asli. Prosesnya cepat, tapi pastikan bawa password asli kalian ya, karena petugas akan mengecek halaman wisata turis. Dari Kansa Airport, aku naik Haruka Limited Express langsung menuju ke Kyoto Station. Perjalanan sekitar 1 jam 20 menit dengan kursi yang nyaman dan ruang bagasi khusus. Harga tiket satuan non reserve adalah 3.60 yen. Tapi dengan JP rute ini sepenuhnya itu gratis loh. Heyoto selalu jadi magnet wisata di Jepang dengan perpaduan modern dan tradisi yang kental. Dan ini spot-spot viral yang kalian bisa datangi ya. Yang pertama ada Arasimaya Bambu Forest. Ini tuh dan bambu yang ngetren banget. Yang kedua ada Fusimi Narita Taisa. ribuan tori merah dan tren terbarunya itu kalian bisa hiking sampai puncak untuk sunrise view to. Lalu juga ada Kimono Forest Jasm Station. Kemudian kalian juga bisa nyobain Kurama onsen untuk mandi air panas di pegunungan. Kalau kamu punya GR pas banyak rute CR lokal di Kyoto yang tercover seperti GR Saganoline ke arahimaya dan GR Naraine ke Inari. Bahkan untuk day trip kenara atau Osaka dari Kyoto, semua jalur CR juga gratis. Tapi ingat, Kyoto punya jaringan bus dan sapi yang besar. Dan ini tidak semua tercover CR pas. Untuk keliling dalam kota, kamu bisa pakai Kyoto City Bus dan Subway One Day Pass. Atau kalian bisa menggunakan IC card seperti SUIKA. Ini tuh praktis, tinggal tap. Jadi tarifnya sesuai jarak. Kalau rute-rutemu hanya di Kyoto dan sekitarannya dan hanya sebentar mungkin 1 2 3 hari mungkin G Air Pass ini belum terlalu untung ya. Jadi pilihan yang lebih hemat kalian bisa menggunakan kan area pas. Namun kalau Kyoto ini hanya bagian kecil dari rute kamu alias kamu mau ke Hiroshima, Tokyo atau Sapuro, Jarpas ini langsung terasa bedanya. Tips hemat di Kyoto. Pertama, kelompokkan destinasi berdasarkan area. Misalnya, hari pertama kalian bisa fokus di area Simaya dan area barat. Hari kedua kalian bisa ke Fusiminari dan pusat kota. Yang kedua pakai bus untuk area yang sulit dijangkau sama GR seperti Kyomisudera dan Kion. Ketiga, hanya aktifkan si AirP jika kalian memiliki banyak rute di luar Kyoto seperti ke Osaka atau Nara, mungkin ke Hiroshima dan Hokaido dan lain-lain. Dari Kyoto, aku melanjutkan perjalananku ke Hiroshima menggunakan Hikari Shinkansen, salah satu kereta cepat utama di jalur Tokkaido atau Sanyo yang tercover sipas, kecuali tipe nasomi ya, ini enggak ke-cover. Perjalanan memakan waktu sekitar 1 jam 45 menit. Tiket satuan reserve seat di tahun 2025 tercatat sekitar 11.000 sampai 12.000 yen, tapi dengan jarak pas, laki-laki semuanya gratis. Hiroshima adalah kota dengan sejarah yang dalam sekaligus energi kehidupan modern. Spot yang wajib kalian datangi adalah peace Memorial Park dan Genbang Kudung. Itu peringatan perdamaian dunia yang masuk UNESCO World Heritage. Kemudian kalian bisa ke Hiroshima Castle, Castle megah yang dikelil parit air sempurna untuk foto saat musim sakura. Kemudian juga ada taman tradisional Jepang yang tenang dan cocok untuk rela kakaksi. Dan juga ada mura, pusat kuliner khas Hiroshima yaitu Okonomiaki berlapis Misobah atau juga ada udon. Dari pusat Hiroshima aku melanjutkan ke Miajima Island yang merupakan tujuan utamaku. Perjalanannya menggunakan GR Senyol Ain dari Hiroshima Station ke Miajimakuchi sekitar 30 menit lalu menyeberang dengan CR Ferry dan semua biaya ini tercover oleh CR pass. Niajima ini terkenal dengan Autorigate yang berdiri di tengah laut. Spot ini viral banget karena kalian bisa foto dramatis saat ada pasang yang membuat gerbang terlihat mengapung dan saat surut kamu bisa berjalan mendekat. Jangan lupa cicipi grade oyster yang dijual di sepanjing jalan utama. Lalu kamu juga bisa coba kue berbentuk daun mpple dengan berbagai isi. Untuk pengalaman romantis, tunggu sunset di dermaga karena saya orange yang jari di belakang Otori benar-benar luar biasa. Tips hemat dari aku, kalau kalian tanpa JP, total Kyoto Hiroshima Miajima bolak-balik itu bisa tembus 24.000 yen. Alternatif untuk yang mau fokus area ini saja, kalian bisa beli GR West Sos in area pas sekitar 20.000 yen untuk 7 hari yang meng-cover Kyoto, Hiroshima, Miajima, dan kota-kota di jalur tersebut. Untuk menjelajah Miajima lebih nyaman datang pagi hari untuk menghindari padatnya wisatawan dan cek jadwal pasang sut air sebelum berangkat. Ya, dari Hiroshima aku melanjutkan perjalananku ke Fukuoka menggunakan Sakura Shinkansen. Jalur cepat Sinkansen yang nyaman dengan kursi lega dan jendela yang besar. Perjalanan hanya memakan waktu sekitar 1 jam 15 menit. Tiket satuan reserve seat di tahun 2025 berada di kisaran 9.000-an, yen, tapi dengan ZP semuanya gratis. Fukuoka adalah kota pelabuhan yang terkenal sebagai pintu gerbang Kyusu. Di sini suasana kotanya terasa santai namun penuh dengan kehidupan. Dua spot utama yang wajib kalian coba. Kalian bisa nyobain tuh Yata Street Stall di Nakasu. Detan tenda kuliner malam di tepes sungai yang menyajikan ramen Hakata, yakitori dan berbagai snack lokal. Kemudian kalian juga bisa nyobain ke kanal City Hakata pusat perbelanjaan raksasa dengan kanal buatan di tengahnya. Keesokan harinya saya pagi-pagi benar menuju ke Yufuin menggunakan kereta wisata Yufuin Nomor Icon Gisu Railways. Perjalanan sekitar 2 jam 10 menit melewati pemandangan desa, sawah, dan pegunungan yang sangat cantik. Tiket satuan untuk kereta ini ada di kisaran 4.000 sampai 5.000 yen dan seluruhnya tercover CRP termasuk kursi reserve. Interiornya didesain dengan kayu hangat, kursi besar, dan jendela panorama yang luas. Yufu inin adalah kota riset onsen yang tenang. dengan nuansa mini Eropa. Kafe-kafenya banyak banget yang cantik-cantik. Spot favorit di sini kalian bisa ke Yovoin Floral Village replika desa Inggris mini-mini gitu dengan rumah-rumah kecil berwarna pastel. Kemudian bisa nyobain ke Legin merupakan danau dengan kabu tipis di pagi hari yang memberikan nuansa magis. Selanjutnya kan juga bisa nyobain ons riokan. Jadi adalah pengalaman mandi air panas sambil melihat pemandangan gunung. Dan ini tips hemat dan transportasi. Tanpa JRP, total perjalanan kamu dari Hiroshima, Foka, Yovuin bolak-balik bisa mencapai 26.000 yen atau kalau sekali jalan sekitar 13.000an. Kalau kamu hanya fokus di daerah Kyusu, kamu bisa membeli GR KU Rail Pass. Ini bisa menjadi alternatif yang lebih hemat. Untuk mengalami maksimal di Yufuin, datang pagi-pagi benar agar cepat keliling sebelum kembali ke voka. Atau kalau kalian mau menginap, kalian bisa cobain riokannya. Kursi Yuvu Inomori cepat banget habis, jadi kalian harus reservasi jauh-jauh hari, apalagi di musim liburan. Dari Yufu in aku kembali ke Hakata Station menggunakan kereta express di jalur Kyuda Line. Perjalanan sekitar 2 jam 15 menit dan tiket satuan ada di kisaran 4.000 sampai 4.500 yen. Dan lagi-lagi ini gratis jika menggunakan CRPs. Dari Hakata aku melanjutkan perjalanan menuju Himji Station menggunakan Sanyu Senansen. Perjalanan ini memakan waktu sekitar 3 jam dengan harga tiket satuan sekitar Rp15.000 1000 untuk kursi reserve GR pas menutupi seluruh biaya ini sehingga aku bisa menikmati perjalanan panjang tanpa pusing menghitung ongkosnya. Kalau kalian punya waktu, kalian bisa ke Himage Castle yang dijuluki Shirag atau Kastil Bango Putih yang merupakan salah satu kastil paling iconic di Jepang dan masuk dalam UNESCO World Heritage. Tapi untuk aku, aku enggak punya waktu karena tujuanku ke Himaj Station adalah untuk menaiki Sunrise Express, satu-satunya kereta malam reguler yang masih beroperasi di Jepang. Aku memesan Nobi Noobi Seat, yaitu tempat tidur lantai berkarpet yang nyaman dengan privasy yang cukup untuk tidur yang nyenyak. Harga tiket satuan Nobi Nobi sekitar R.000 yen. Tapi jika kalian punya CP ini 100% tercover tanpa biaya tambahan. Perjalanan malam Himeji ke Tokyo memakan waktu sekitar 9 jam dan aku tiba di Tokyo pagi hari. Pengalamanku kali ini bukan hanya soal transportasi, tapi juga sensasi tidur di kereta sambil mendengarkan suara rel dan melihat lampu kota yang lewat di luar jendela. Selain itu, naik kereta malam juga berarti bisa menghemat di hotel untuk satu malam. Tips hemat dan transportasi, booking kursi Sunras Express sebaiknya dilakukan langsung setelah aktivasi GRP karena kuotanya terbatas dan cepat habis. Siapkan snack dan minuman sebelum naik. Lalu kalau kalian tanpa JP, totalin Himji ke Tokyo bisa mencapai 29.000 yen sekali jalan. Untuk yang ingin fleksibel, Sunr Express bisa jadi alternatif seru dibandingkan Sinon Plus Hotel. Satu lagi, kalian bisa pilih tempat tidur di sisi kanan jika kalian ingin melihat pemandangan laut di sebagian jalurnya. Begitu sampai di Tokyo, rasanya seperti masuk ke dunia yang enggak pernah tidur. Lampu neon jinjuk dari Tantuku Uri diarajuku sampai aroma ramen dan makanan lainnya menggoda dari setiap sudut jalan. Semuanya tuh bikin enggak mau cepat-cepat pulang dari kota ini. Kita mulai dari Sibuya Crossing ya. Ini tuh merupakan persembangan tersibuk di dunia yang jadi ikconnya Tokyo. Di sini setiap kali lampu hijau pejalan kaki menyala, ribuan orang melintas dari segala arah. Jangan lupa mampir juga ke patung Hajiko, simbol kesetiaan yang kisahnya sudah mendunia. Dari Sibuya lanjut ke Rajuku. Aku ke Takesita Street. Ini surganya fashion unik dan jajanan kreatif. Kalau kamu mau yang lebih tenang, kalian bisa ke Omo Tesanto, jalanan yang dipenuhi butik mewah dan kafe-kafe stylis. Cocok buat kamu yang pecinta cafe hoping. Bicara soal kuliner, Tokyo adalah rumah dari buan restoran legendaris. Kita bisa cobain ijaran ramen di Junjuku. Ini tuh konsep makan sendirian dibut pribadi. Terus ada juga sushi nomidori di Ginsa yang terkenal dengan sushi ukuran jumbo dan kesegarannya enggak main-main. Mau yang agak unik, coba Kikatsu Motom murah. Beef katsot yang setengah matang digoreng cepat lalu dipanggang sendiri di hotstone di meja. Rasanya itu juicy dan gurih banget. Jangan lupakan buat ke Asakusa. Di sini adalah sensasi tempel kuil tertua di Tokyo dengan gerbang Kaminarimon yang iconic. [Musik] Sepanjang jalan menuju ke WHL, kalian akan menemui Naka Miss Street yang dipenuhi oleh toko oleh-oleh dan street food yang enak-enak dan menggoda. Kalau suka suasana lokal, kalian bisa mampir ke Ameyoko Market di Uino. Pasar ini jual mulai dari sefut segar, jajanan murah sampai cam Jepang. Untuk pengalaman yang benar-benar magis, kamu bisa sisihkan satu hari untuk ke Tokyo Disney Sea, taman hiburan satu-satunya di dunia dengan tema laut. Di malam hari, Tokyo punya wajah berbeda loh. Kalian bisa nyobain Sizuku Omoido Yokocho dan Golden Key. Menawarkan bar kecil dengan kapasitas 5 sampai 10 orang saja. Cocok buat ngobrol sambil nikmati Hakitori atau saki hangat. Dengan kombinasi kuliner dan spot ikonic, Tokyo benar-benar kota yang bikin kita betah berhari-hari explore di sini. Dari Tokyo aku memulai salah satu perjalanan terpanjang menuju Sapuro, ibu kota Hokaido. Perjalanan ini menggunakan kombinasi Hayabusasin Kansen menuju Shin Hakote Hakuto lalu berganti ke Limited Express Hokuto menuju Sapuro. Total durasi sekitar 7,5 sampai 8 jam dengan tiket satuan reserve seat di 2025 seharga kurang lebih Rp32.000. dengan CRP seluruh segmen ini tercover tanpa bi tambahan. Kelebihan kalau kalian bulan April ke Hogaido artinya kalian bisa main salju terutama di Kokusai ski resort. Untuk ke Kokusa ski resort kalian harus menggunakan bus dan perjalanan sekitar 1 jam. Akses bus ini tapi tidak tercover di Airpass ya dan tarifnya sekitar 1400 sampai 2000 yen sekali jalan. Di pusat kota Sapuro, kalian bisa nyobain ke beberapa spot ini. Yang pertama ada Odori Park, ada Sapuro Birmuseum, Sapuro Clock Tower, dan Suzukino Ramen Street. Tips hemat dan transportasi. Untuk rute lintas pulau seperti ini, GRP sangat menguntungkan. Tanpa JP, biaya Tokyo ke Saporo bolak-balik saja ya, sudah setara atau melebihi harga Jarpas selama 14 hari. Dari Saporo aku bergerak ke arah selatan menuju Aumori, pintu gerbang Honsu bagian utara. Perjalanan ini dimulai dengan Limited Express Hokuto menuju Shin Hakute Hokuto lalu dilanjutkan Hayabusa Shinkansen melewati terowongan bawah laut Seikantun yang menghubungkan Hokido dan Honju. Total tiket satuan untuk rute ini di 2005 sekitar 22.000 yen, tapi semuanya lagi-lagi tercover penuh dengan jarpas. Omori di bulan April terkenal sama festival Nebuta yang penuh lampion raksasa bercahaya. Kemudian kalian juga bisa merasakan Sakura di Hirosaki Castle yang memamerkan pemandangan hanami terbaik di Tohuku dengan parit kastil penuh kelopak bunga yang mulai berkuguran. Dari Omori aku kembali ke Tokyo dengan Hayabusa Shinkansen. Perjalanan sekitar 3 jam 20 menit dengan tiket satuan 17.000 Yen, duduklah di sisi kanan kareta jika ingin berkesempatan melihat Gunung Fuji menjelang masuk wilayah Kanto, terutama di hari yang cerah. [Musik] Sebenarnya dari Aumori bisa langsung ke Osaka dengan sekali transit di Tokyo. Tapi rute tercepat tetap harus lewat Tokyo dulu. Tidak ada sinker langsung dari Amori ke Osaka. Jadi jalurnya selalu turun di Tokyo. So akhirnya aku jalan-jalan dulu di Tokyo selama 2 hari. Di toko kali ini aku memilih untuk menikmati kota tanpa kamera atau script. Hanya berjalan santai seperti penduduk lokal. Di pagi hari berikutnya dari Tokyo aku kembali ke Osaka menggunakan Hikari Shinkansen. Tiket satuan di 2025 sekitar 14.500 tapi dengan JRP semua sudah tercover. Perjalanan memakan waktu sekitar 2 jam 50 menit melewati pemandangan gunung dan petisan Jepang yang menenangkan. Osaka selalu menjadi kota yang hidup bahkan di malam hari. Doton Bor menjadi icon dengan lampu neon raksasa dan papan glikom yang melegenda. Sementara aroma takoyaki panas dan okumiaki khas Osaka tu memenuhi sepanjang jalanan. Kemudian saya juga menyempatkan diri ke Osaka Castle, ikon bersejarah yang dikelilingi taman yang luas. Indah banget saat Sakura atau musim gugur. Tak lupa mampir ke Kuronmon Ichipa Market surga kuliner kaki lima yang penuh seafood segar dan wahyu panggang. Dan yang utama buat kalian yang penggemar belanja kalian wajib banget ke Sinaibes Shopping Street. Ini tuh tempat favorit aku untuk belanja brand-brand internasional sampai toko-toko unik di Jepang. Sebagai penutup perjalanan panjang ini, aku menuju ke Universal Studio Jepang, Surga bagi pecinta TAK. Kalian bisa nyobain pengalaman bermain di Super Nintendo World dan juga ke Harry Potter-nya. Dari Osaka Station cukup naik Jumesaki line langsung ke Universal City Station. Semua tercover penuh oleh CP. Perlu diingat, semua biaya yang kita hitung di video ini hanya mencakup perjalanan antar kota besar menggunakan GRPs. Memang ada beberapa jalur di dalam kota yang tercover GRPs. Misalnya GR Yamanoti line di Tokyo, GR Loop line di Osaka, atau GR Saganoline di Kyoto. Tapi itu hanya sebagian kecil dari jaringan transportasi mereka. Sebagian besar moda transportasi lokal seperti subway, metro, bus kota hingga trem tidak termasuk dalam CRP. Contohnya di Kyoto. Untuk menuju Geomisera dan Gion, kamu harus naik bus lokal dengan tarif sekitar 230 yen sekali jalan. Di Hiroshima luk bus menuju museum dan taman perdamaian juga tidak tercover. Di Tokyo dan Osaka jaringan Subway ada tulang punggung transportasi dengan tarif rata-rata 200 sampai 350 perjalanan tergantung jaraknya. Artinya meskipun Jarpas bisa memangkas biaya antar kota secara signifikan, kamu tetap perlu menyiapkan anggaran tambahan untuk transformasi lokal kisaran 500 sampai 1500 per hari. Tergantung intensitas perjalanan kamu. Strategi hemat yang bisa kamu coba adalah kombinasikan sip dengan pas regional atau tiket harian, Safweb atau bus. Ulang ya. Strategi hemat yang bisa kamu coba adalah kombinasikan CRP dengan pas regional atau tiket harian, bus atau sap di kota tujuan itu atau gunakan kartu IC seperti SWA, Pasmo dan Ioka untuk pembayaran praktis dan juga mendapatkan diskon kecil di tarifnya. Dengan cara ini, kamu bisa tetap fleksibel menjelasnya tanpa khawatir biaya kecil yang seringkiali diam-diam menguras dompet. Jadi jangan lupa follow akun ini dan subscribe CC Jalan-jalan di YouTube untuk tips wisata, kuliner, dan traveling lainnya ya. Sampai ketemu di perjalanan selanjutnya. Bye.
Kalau kamu lagi rencana liburan ke Jepang 2025, jangan sampai skip video ini. Aku akan tunjukin pengalaman pribadi keliling berpindah sebanyak 12 kota dalam 14 hari pakai JR Passβlengkap dengan biaya, tips, dan rute. Hasilnya? Bisa hemat sampai Rp10 juta dibanding beli tiket satuan! ππ―π΅β
JR Pass masih jadi pertanyaan besar di tahun 2025: lebih hemat atau malah rugi?
Di video ini aku share pengalaman pribadi keliling Jepang Kyoto β Hiroshima β Miyajima β Fukuoka β Yufuin β Himeji β Tokyo β Sapporo β Aomori β Osaka dalam 14 hari penuh.
π Isi video:
β
Perbandingan biaya tiket satuan vs JR Pass 14 hari
β
Itinerary detail per kota (spot wisata, kuliner, hidden gems)
β
Tips hemat transportasi lokal & alternatif pass regional
β
Visual perjalanan lengkap: Shinkansen, kereta malam, DisneySea, sampai ski di Hokkaido
Kalau kamu lagi rencana trip Jepang, video ini bisa jadi panduan paling lengkap 2025.
Jangan lupa Subscribe Cece Jalan Jalan buat dapat tips wisata & kuliner seru lainnya β¨
#JRPass2025 #TripJepang2025 #ItineraryJepang #KelilingJepang #BudgetTravelJepang #JapanTravelGuide #JRPassVsTiket #TravelHemat #CeceJalanJalan #youtube #youtubevideo
1 Comment
keren ce π₯°π₯°π₯°